Indahnya Menikmati Shalat di Cologne Central Mosque, Jerman

Bagi kamu yang sedang berlibur ke kawasan Koln di Jerman bagian Barat, kamu wajib banget mampir ke Cologne Central Mosque untuk merasakan syahdunya beribadah di sana.

Sejak beberapa dekade lalu, kota Cologne atau yang lebih akrab disebut sebagai kota Koln oleh orang Jerman, merupakan sebuah kota penghubung keanekaragaman budaya. Pasalnya, kota Koln dipenuhi oleh imigran-imigran dari beberapa negara tetangga seperti Belanda, Austria, Prancis, Kenya, dan lain sebagainya. Tetapi sebagian besar imigran berasal dari Turki.

Sumber: Have Hallal Will Travel

Para imigran yang datang dari Turki tumbuh pesat dan besar di kota Koln. Pada awalnya mereka hanya menetap pada hari-hari kerja, dan pulang kembali di hari libur. Namun dengan populasi imigran yang terus meningkat setiap tahunnya dan mulai mendominasi wilayah Jerman, khususnya di Koln, pada akhirnya mereka tumbuh kuat di negara federal tersebut. Bahkan, nggak sedikit juga para warga Turki yang telah berpindah kewarganegaraan, setelah puluhan tahun tinggal di Koln.

Dari situlah awal mulanya masjid dan mushala mulai dibangun di kota Koln. Para imigran Turki membentuk organisasi yang bertujuan untuk melindungi para imigran dan upaya dalam pemenuhan hak-hak mereka, termasuk dalam menjalankan ibadah.

Sumber: DW

Didanai oleh organisasi Ilsam Turki, Cologne Central Mosque sendiri mulai dibangun pada tahun 2009 di jalan utama Verlour Strasse. Namun karena masalah perizinan yang cukup rumit, masjid tersebut baru bisa dibuka secara resmi pada tahun 2017 silam. Dengan luas mencapai 4.500 persegi dan daya tampung sekitar 2.000 hingga 4.000 jamaah, Cologne Central Mosque dinobatkan sebagai masjid termegah di Eropa.

Uniknya, karena keanekaragaman suku dan budaya, tingkat toleransi beragama di kota Koln sendiri sangat tinggi. Bahkan dalam pembangunan Cologne Central Mosque, Gereja Katolik St. Theodore turut mengadakan penggalangan dana dan menyumbang pembangunan masjid. Selain itu, masjid tersebut juga bukan dirancang oleh seorang muslim, melainkan seorang arsitek yang sering merancang bangunan gereja, bernama Paul Bohm. Oleh karena itu, alih-alih berbentuk kubah seperti masjid pada umumnya, Cologne Central Mosque memiliki bangunan utama yang menyerupai bola dunia dengan dinding dari bahan transparan.

Sumber: Muslim Culture via Twitter

Paul Bohm merancang masjid tersebut dengan gaya arsiktetur super modern, namun tetap memberikan balutan gaya ciri khas Turki Usmaniyah. Dinding-dindingnya didominasi dengan kaca transparan, sehingga sinar matahari bisa masuk dengan sempurna ke dalam ruangan masjid. Ada sekitar 300 seniman yang didatangkan langsung dari Turki untuk menyelesaikan arsitektur bagian dalam. Pada bagian atas masjid tertulis 99 asmaul husna, dan di bagian dindingnya tertulis 25 nama Nabi dan Rasul. Tidak lupa, ada bermacam-macam ukiran kaligrafi berwarna emas yang menghiasi masjid tersebut.

Cologne Central Mosque merupakan masjid yang menjadi ikon semua budaya dan umat beragama. Terlebih lagi, lokasinya yang berada di kota Koln akan membuat kamu merasakan hangatnya keakraban di tengah keanekaragaman budaya yang berada di sana.

Karena itu, kalau kamu sedang berlibur ke kota Koln, jangan lupa untuk mampir ke Cologne Central Mosque untuk menikmati kemegahan arsitekturnya sekaligus beribadah di sana. Niscaya, kamu akan merasakan indahnya shalat dengan syahdu, bersama umat muslim lainnya yang berasal dari berbagai ras dan budaya yang berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *